Lebih Dekat dengan Sugeng Teguh Santoso, Calon Wakil Walikota Bogor 2018

SEMATAN.ID, BOGOR- Muncul sebagai kuda hitam di Pilwalkot Bogor 2018, nama Sugeng Teguh Santoso (STS) sontak mengejutkan jagad perpolikan lokal. Mendampingi Dadang Danubrata, STS membawa rekomendasi dari PKB.

Seperti apa profil Sugeng Teguh Santoso? Nama pengacara senior ini sudah tak asing terdengar di dunia advokat. Ia menduduki posisi penting di organisasi yang menaungi profesi advokat seluruh nusantara. Ya, STS menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Dalam menjalankan aktivitas, peci hitam selalu bertengger di kepalanya. Bahkan saat bersidang membela masyarakat di pengadilan, peci hitam nyaris tak pernah lepas. Tak heran jika banyak yang memanggilnya ‘Bapak Berpeci Hitam’.

“Mungkin karena kebiasaan ini, sehingga banyak sahabat menyematkan julukan ‘Bapak Berpeci Hitam’. Padahal, peci hitam ini merupakan ekspresi sikap kebangsaan dan sikap perjuangan saya untuk masyarakat,” ucap Sugeng.

Sebagai advokat, alumni Universitas Indonesia (UI) ini telah mengabdikan seluruh hidupnya dengan membela ratusan perkara masyarakat di seluruh Indonesia.

“Ini bermula saat saya masih duduk di bangku SMA. Bagaimana saya harus menyaksikan rumah orang tua saya dan masyarakat pinggiran digusur tanpa bisa melawan,” imbuh Sugeng.

Pria kelahiran 23 April 1966 ini tak pernah lupa saat dia dan masyarakat Mangga Dua Selatan, Jakarta menjadi korban penggusuran pemerintah DKI. Setelah digusur, lahan bekas rumah STS dan warga kemudian berubah menjadi kawasan bisnis elite di tengah ibukota.

Saat itu warga hanya bisa menangis melihat rumahnya digusur. Tidak ada yang bisa melawan. Dan tidak ada yang memberi pembelaan. Padahal, dalam peristiwa penggusuran ini, ada begitu banyak ketidakadilan.

Peristiwa itulah yang mendorong Sugeng mengambil sikap dan kemudian memutuskan untuk memilih sekolah hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).

“Jadi, spirit saya menjadi advokat bukan semata-mata untuk mencari materi. Profesi ini bagi saya adalah melakukan pembelaan kepada rakyat. Dan ternyata benar. Dengan profesi ini, sampai sekarang saya masih terus melakukan pembelaan hukum kepada masyarakat tertindas dimanapun berada,” tegas Sugeng.

Kebiasaan membela rakyat kecil yang sedang terbelit masalah hukum, membuat Sugeng dijuluki ‘Sang Pembela’. Julukan itu pula yang menjadi tagline saat mencalonkan diri sebagai calon Walikota Bogor.

Sugeng mulai membela rakyat kecil sejak 1989. Saat itu, Sugeng masih duduk di bangku kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia melakukan pembelaan kepada masyarakat melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

“Pedagang asongan yang dikejar aparat. Tukang becak yang tergusur dari ibukota. Petani yang dirampas lahannya. Buruh yang menuntut upah yang wajar. Juga mahasiswa yang ditangkap oleh pemerintah Orde Baru karena sikap kritisnya. Itu semua menjadi aktivitas dalam keseharian saya. Terus melakukan pembelaan,” imbuhnya.

Sejak kuliah, Sugeng aktif dalam berbagai organisasi sosial kemanusiaan. Bermula menjadi relawan di LBH Jakarta. Kemudian menjadi anggota Tim Pembela Demokrasi Indonesia (1996). Lalu pada 1997, mendirikan Serikat Pengacara Indonesia (SPI) dan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI).

Sugeng tercatat sebagai deklarator Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pada 2004. Dia menjadi Wakil Ketua Umum Peradi periode 2010-2015.

Pada 2016, Sugeng mendirikan Yayasan Satu Keadilan sebagai organisasi masyarakat sipil yang fokus terhadap persoalan penegakkan hukum, HAM dan Demokrasi. Di tahun yang sama, Sugeng juga mendirikan Pondok Pesantren Darul Adli di Kemang, Bogor, Jawa Barat.

“Pesantren ini saya dirikan karena saya mencintai lembaga pendidikan ini sebagai solusi atas krisis moral bangsa ini. Saya ingin generasi mendatang tetap berakhlakul karimah serta menjaga kedaulatan NKRI,” imbuh Sugeng.

Pada 2017, Sugeng Teguh Santoso juga membentuk organisasi berbasis masyarakat. Namanya Front Pembela Indonesia. Ormas ini fokus pada kegiatan bela negara serta gerakan sosial kemasyarakatan.(Wahyudi/ Yuska/adv)

Sumber : http://sematan.id/2018/01/lebih-dekat-dengan-sugeng-teguh-santoso-calon-wakil-walikota-bogor-2018/